E-Commerce

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Sejarah perkembangan

Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.

Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

[sunting] Faktor kunci sukses dalam e-commerce

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan

[sunting] Masalah e-commerce

  1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
  2. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

[sunting] Aplikasi bisnis

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking

Kompresi Data

Adapun definisi kompresi data dalam ilmu komputer adalah sebuah cara untuk memadatakan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut.
Kompresi data bertujuan untuk mengurangi ukuran data tanpa merusak tujuan dari data tersebut. Kompresi data menggunakan sedikit disk space. Kompresi data percepat akses, kompresi data dapat membuat lebih efisien.
Ada beberapa format file yang digunakan untuk membuat file archive. Misalnya Unix Archiver (.a, .ar), Tape Archiver (.tar), LBR (.lbr). Unix Archiver digunakan pada platform Unix-like, merupakan format archive tradisional yang sekarang hanya digunakan untuk membuat static libraries. Tape Archiver, juga digunakan pada platform Unix-like, yang merupakan format archive yang umum digunakan. Sedangkan LBR digunakan pada platform MS-DOS.

Format file compression:

Untuk mengkompres data, ada beberapa format file yang digunakan seperti bzip2 (.bz2), gzip (.gz), lzma (.lzma), lzo (.lzo), pack (.z), compress (.Z). Perbedaan masing-masing format kompresi ini adalah algoritma yang digunakan. Seperti bzip2 yang menggunakan Burrows-Wheeler transform diikuti dengan move-to-front transform dan terakhir Huffman coding. Format gzip yang menggunakan algoritma DEFLATE untuk kompresi data, lzma menggunakan algoritma 7-zip, lzo menggunakan algoritma LZO. Beberapa dari format kompresi data ini digunakan bersama-sama ketika meng-archive file. Seperti Tape Archiver (.tar) yang digunakan bersama bzip2 (ekstensi file menjadi .tar.bz2), gzip (ekstensi file menjadi .tar.gz) atau compress (ekstensi file menjadi .tar.Z).

File archive + compression

Sekarang ini sudah banyak format file yang menawarkan archive+compression. Seperti ARC (.arc), ARJ (.arj), Cabinet (.cab), ZIP (.zip), Jar (.jar), Tar dengan GZip, BZip2, Compress, LZMA (.tar.gz, .tgz, .tar.bz2, .tar.Z, .tar.lz, .tlz). Jenis-jenis format ini “boleh” di-restore dengan software gratisan (tanpa perlu lisensi dari si pembuat format file tersebut). Sedangkan format file seperti WinACE (.ace), RAR (.rar), StuffIt (.sit, .sitx) hanya “boleh” di-restore oleh software tertentu (software yang telah mendapat lisensi untuk me-restore/ekstrak file dari si pembuat format file tersebut).
File-file yang telah di-archive+compress biasanya sering dijumpai di Internet. Karena, untuk pertukaran data yang cepat, diperlukan sebuah metode untuk mengirimkan data dalam jumlah yang sedikit dan dengan ukuran yang kecil.

Tekhnik Kompresi Data:

1. Losseles Compression, Tekhnik kompresi yang tidak mengurangi ukuran aslinya. Losseles artinya tidak ada data yang hilang, menggunakan algortima tertentu untuk mengompres data (compress) dan mengembalikan ke ukuran semula (decompress), dipakai untuk mengompres data dan program.
2. Lossy Compression, TEkhnoik kompresi yang mengurangi ukuran aslinya. Lossy artinya ada data yang hilang, bertujuan untuk mengefisienkan data,biasanya dipakai untuk mengompres data multimedia.

Losseles Compression, analisa algoritma RLE(Run Length Coding) :

data : “aaaaaaaaa” menggunakan 9 bytes, setelah dikompres : data :”aX9″. Hanya menggunakan 3 bytes sehingga menghemat 2/3 memori.

Lossy Compression, analisis Kompresi:

ada sebuah gambar yang mengandung 16.7jt warna, tetapi mata manusia tidak dapat membedakan separuh dari jumlah warna tersebut sehingga dibutuhkan tekhnik lossy compression.

http://w081-080010006.blogspot.com/2009/05/kompresi-data.html

Pengenalan Singkat Index di MySQL

Indexes adalah suatu bagian yang special dari system database yang digunakan untuk peningkatan kemampuan menyeluruh dari proses yang ada.

MySQL mengijinkan antara 16 sampai 64 indexes untuk setiap table, akan tetapi ini tergantung storage engine yang digunakan.

Setiap index dapat diletakan di field (kolom) mana saja, mulai dari field 1 sampai field 15. Walaupun penggunaan beberapa field (multicolumn) index tidak terlihat nyata, akan tetapi penggunaan ini akan memberikan kemudahan untuk kemampuan pencarian pada sebuah atau banyak field (column).

Pada lain hal, ada sebuah hal yang menjadikan kelemahan dari penggunaan index. Dimana dengan index kita dapat meningkatkan kecepatan dalam membaca data dari database, tetapi akan membuat lambat proses perubahan data dalam database, karena perubahan akan berpengaruh pada data yang di index. Anda akan mendapat hasil yang normal ketika hanya menampilkan data dari database jika dibandingkan anda melakukan proses tambah (insert) data atau ubah (update) data yang sudah ada.

Pengguna index, baik digunakan pada field (column) :
1.Ketika sering menggunakan WHERE pada bagian query.
2.Ketika sering menggunakan ORDER BY pada bagian query.
3.Ketika memiliki banyak perbedaan nilai.
4.Ketika sering menggunakan JOIN pada bagian query.

MySQL memiliki beberapa tipe dari Index yang berbeda, yaitu :
1.INDEX.
2.UNIQUE
3.PRIMARY KEY.
4.FULLTEXT index

Contoh Penggunaan Macam Index
1.Indentifikasi suatu field menggunakan PRIMARY KEY
Dalam hal ini dapat dilihat pada posting Memahami Keys di MySQL.

2.Indentifikasi suatu field harus UNIQUE
UNIQUE tidak dapat digunakan dalam jumlah banyak. Sebagian besar digunakan seperti nilai tanggal, angka, nama, kota, kode pos yang berulang, terutama sekali pada table dengan ribuan baris (record). Tetapi semua tergantung pada aplikasi yang anda buat, apakah anda hanya menggunakan sekali-kali pada field yang benar-benar harus unik, seperti alamat email, username dari sistem aplikasi registrasi (sistem login).

Anda tidak dapat mendefinisikan sekaligus PRIMARY KEY dan UNIQUE dalam sebuah field, karena PRIMARY KEY sudah didesain harus mengikut aturan unik.

3.Identifikasi suatu field akan mendapatkan keuntungan dari sebuah INDEX
Pada rekomendasi ada adalah ketika index akan membantu dan berfikir tentang apa informasi akan disajikan. Jika anda memerlukan untuk melihat daftar dari invoices berdasarkan tanggal atau total jumlah order, maka INDEX akan membuat logical indexes. Jika sebuah table registrasi/login akan menggunakan kombinasi pada username dan password untuk verifikasi suatu proses login, maka akan dibuat index. Anda juga membuat index pada field foreign key anda.

Semoga Bermanfaat.

http://ronysyahputra.wordpress.com/2009/11/06/pengenalan-singkat-index-di-mysql/

Database Management System (DBMS)

Data adalah fakta dalam bentuk angka-angka, huruf-huruf atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam proses menghasilkan informasi
Data menggunakan 3 macam data :

  1. Input data : data yang dimasukan dalam sistem informasi
  2. Output data : keluaran dari sistem informasi
  3. Database : merupakan kumpulan data-data yang tersimpan dalam media pemyimpanan di suatu perusahaan ( arti luas ) atau didalam komputer ( dalam arti sempit )

Database administrator ( DBA ) : orang atau dapertemen yang bertanggung jawab dalam mengelola database
Originasasi data pada database tradisonal bertujuan agar sistem informasi yang efektif memberikan para pemakai sistem informasi, informasi yang berkualitas.


Hirarki data:

  • Bit : unit terkecil dari data
  • Byte : kumpulan dari bit – bit yang membentuk sebuah karakter
  • Field / elemen data : kumpulan karakte – karakter yang membentuk suatu kata atau sekelompok angka atau angka
  • Record : merupakan kumpulan dai field – field yang secara logika berhubungan
  • File : kumpulan dari record – record yang berhubungan dengan subjek tertentu
  • Database : kumpulan dari data – data yang tersimpan dalam file-file

Media Penyimpanan Data :

  1. Main strorage merupakan media penyimpanan utama, berfungsi sebagai memeori contohnya RAM ( random acses memory )
  2. Secondary strorage merupakan media penyimpanan data sekunder ( tambahan ).

Terdiri dari :

  • Media penyimpanan untuk data secara berurutan ( sequential ) contoh, pita mengetik.
  • Media penyimpanan secara langsung ( direct ) atau acak. Contoh, hard disk, cd, dvd.



Sistem Pengolahan Data

  1. Pengolehan secara batch : pengolahan data dengan menumpuk dahulu data yang mau diolah dan kemudian diolah pada saat tertentu. Contoh, sistem informasi pengajian.
  2. Pengolahan secara online : pengolahan data secara langsung begitu data dimasukan dalam suatu informasi. Contoh sistem real time yang artinya sistem yang bisa memberikan informasi kepada pemakai ketika suatu transaksi berlangsung. Misalnya, kejadian saat terjadinya transaksipenjualan dimana faktur penjualan dicetak melalui komputer pada saat yang samapengolahan terjadi terhadap semua akun.



Masalah pada organisasi data tradisional:

  1. Data rangkap dan tidak konsisten
  2. Kesulitan dalam akses data
  3. Data terisolisasi. Sulit diakses secara bersamaan
  4. Masalah keamanan
  5. Masalah integritas

Keuntungan sistem database modern

  • Data yang berlebihan dapat dikurangi sehingga biaya penyimpanan dan waktu bisa diperkecil
  • Ketidak konsistenan data dapat dihindari sehingga data lebih mudah diakses dan informasi akan lebih akurat
  • Data dapat dipakai bersama sehingga setiap bagian akan memperoleh informasi yang sama
  • Standarisasi dapat dilakukan sehingga memudahkan dalam membaca dan memasukan data
  • Keamanan dapat diterapkan sehingga tingakat akurasi informasi akutansi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi
  • Keterpaduan dapat diajaga sehingga meningkatkan integritas suatu sistem informasi
  • Konflik interest dapat diseimbangkan sihingga sistem informasi bisa berjalan tanpa rintangan



Organisasi data pada database modern
Manajemen data terdiri dari :

  1. Manajemen dalam arti sempit : perusahaan dikatakan sudah mengelola data atau informasi dengan baik bila sudah menggunakan atau menerapkan DBMS
  2. Manajemen dalam arti luas : Perusahaan dikatakan sudah mengelola data atau informasi dengan baik bila sudah menggunkan atau menerapkan IRM ( Information Resource Management )

Kegiatan manajemen data

  • Mengumpulakan data
  • Menjaga dan mengadakan pengujian terhadap integritas data
  • Meyimpan data
  • Memelihara data
  • Mengamankan data
  • Mengorganisasi data
  • Mencari data

Sistem datababe adalah sistem pencatatan dengan menggunkan computer yang memiliki tujuan untuk memelihara informasi agar selalu siap saat diperlukan

Komponen sistem database

  • Data
  • Hardware
  • Software
  • Pemakai

Komponen data :
Data dalam database bisa tersimpan dalam:

  • Komputer kecil ( PC ) – untuk single user
  • Komputer mini – untuk multi user
  • Komputer mainframe – untuk multi user

Komponen Hardware :

  1. Kepala ( head ) pembaca yang digunakan untuk mengambil dan membaca data bersama-sama dengan bagian input dan output, disk, dsb
  2. Prosesor dan memori yang digunakan untuk mendukung jalanya software sistem database

Komponen software
Antara database secara fidik ( data yang tersimpan dalam disk secara fisik ) dan pemakai sistem informasi akutansi dibatasi oleh suatu software ( database manager ) atau lebih umum dikenal DBMS.

Komponen Pemakai
Dalam sistem database ada tiga kelas pemakai :

  1. Kelompok pertama adalah programer aplikasi
  2. Kelompok kedua adalah pemakai ( end user )
  3. Kelompok ketiga adalah administrator database ( DBA )

Abstaksi data

  1. Tingkat internal merupakan tingkat yang paling dekat dengan media penyimpanan secara fisik
  2. Tingkat eksternal merupakan tingkat yang paling dekat dengan pemakai
  3. Tingkat konseptual yang menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam database dan hubungan yang terjadi dengan data – data tersebut

Model-model Data
Merupakan kumpulan dari alat-alat atau lambing-lambang yang diguankan untuk menggambarkan data secara konseptual
Model-model data yang umum:

  1. Model hirarki adalah model data yang menggambarkan hubungan antara data berdasarkan tingkatannya
  2. Model Network adalah model data yang menggambarkan hubungan antara data berdasarkan kepentingannya
  3. Model Relasi adalah model data yang disusun berdasrkan hubungan antar dua entitas

Perangkat lunak database:

  • Foxpro 2.5, visual poxpro 3, 5 dan 6
  • Clipper 5.2, Dbase 5
  • SQL for windows

http://ekonomi-online.blogspot.com/2010/04/database-management-system-dbms.html

Perkembangan E-commerce di Indonesia

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita.

E-Commerce sendiri didefinisikan sebagai ‘a series of activities that includes Electronic Data Interchange (EDI), Supply Chain Management tools, and Electronic Payment Systems’.

Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:

  • Business to business (B2B):

Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain

  • Business to consumer (B2C):

Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi

  • Consumer to consumer (C2C):

Sifarnya lelang (auction)

  • Government: G2G, G2B, G2C,

melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat

Manfaat E-Commerce :

  • Revenue stream baru
  • Market exposure, melebarkan jangkauan
  • Menurunkan biaya
  • Memperpendek waktu product cycle
  • Meningkatkan customer loyality
  • Meningkatkan value chain

Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net

Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.

Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.

Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Referensi

http://www.matabumi.com/cerita/perkembangan-e-commerce-di-indonesia

Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Mungkin tidak asing lagi kalau Indonesia terkenal dengan pembajakan perangkat lunak dan cara pembelajaran yang instan. Btw, bukan itu yang akan saya tulis di sini.

Pernah dengar Extreme Programming? Nah ini adalah salah satu teknik pembangunan perangkat lunak dari Metode Agile yang instan tapi tetap kualitatif. Kualitatif karena para extreme programmer-nya itu memang senior-senior dan Cepat karena memang jam terbangnya sudah cukup banyak. Istilah saya adalah manusia yang sudah berisi berbagai macam prototipe perangkat lunak, sehingga pada saat duduk di depan komputer, ngoding-nya cepat sekali. Saya punya teman yang seperti ini dan memang luar biasa.

Metode pengembangan perangkat lunak Agile ini mungkin cocok diterapkan di Indonesia karena kegesitannya, iteratif dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang sering terjadi pada proyek perangkat lunak. Bukankan karakteristik perangkat lunak di Indonesia cenderung berubah, mulai dari proyeknya sampai kebutuhan user? (Proyek perangkat lunak memang menyebalkan, karena user atau customer dapat melakukan perubahan requirement sesukanya, apalagi di Indonesia. huh!). Pendekatan Agile ini juga kolaboratif dengan user atau customer, tapi bukankan ini yang menjadi momok para engineer perangkat lunak atau programmer?

Mungkin pada engineer perangkat lunak perlu belajar ilmu tentang user atau customer atau bahkan strategi memasarkan produk yang notabene ingin memuaskan customer. Tapi bukankan itu wilayah orang-orang ekonomi? Wah ntar berkurang dong pundi-pundi rejeki mereka, karena engineer merangkap marketing dan customer service.

http://lucent82.multiply.com/journal/item/3/Metode_Pengembangan_Perangkat_Lunak_Agile

Evolusi Bahasa Pemrograman


  • Plankalkul

Bahasa pemrograman juga sudah ada pada sekitar  tahun 1945 yang bernama Plankalkul yang dibuat oleh ilmuwan Jerman bernama Konrad Zuse ( baca : Tsoo zuh), namun belum sempat diterapkan karena kondisi pada saat itu  sedang perang.

  • Pseudo-code

Pseudo-code adalah kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah.Pseudo-code sering digunakan oleh seseorang untuk menuliskan algoritma dari suatu permasalahan.Pseudo-code berisikan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu permasalahan (hampir sama dengan algoritma), hanya saja bentuknya sedikit berbeda dari algoritma.

Pseudo-code menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa pemrograman. Selain itu biasanya pseudo-code menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.

  • Laning dan Zierler System

Bahasa ini diimplementasikan pada komputer Whilwind – MIT. Laning dan Zierler System merupakan bahasa yang menggunakan system compiler pertama di dunia. Selain itu bahasa ini juga mempunyai fasilitas translasi ekspresi dan pemanggilan fungsi. Kelemahannya adalah bahasa ini tidak pernah diporting ke mesin lain.

  • Fortran I

Pada tahun 1954, John Backus dan IBM mulai mengembangkan bahasa pemrograman FORTRAN (FORmula TRANslator). Bahasa FORTRAN merupakan bahasa pemrograman level tinggi pertama yang dikomersialkan. Pemrograman level tinggi maksudnya adalah perintah atau kodenya mudah dibaca dan dipahami oleh manusia. FORTRAN pada mulanya didesain untuk mengekspresikan humus matematika dan maiz merupakan bahasa matematika yang paling banyak digunakan. Bahasa ini juga berguna untuk aplikasi bisnis yang kompleks, seperti perkiraan (forecasting) dan pemodelan. Namur karena tidak mampu manangani operasi input/output atau pemrosesan file dalam volume besar, maka bahasa FORTRAN tidak digunakan untuk masalah bisnis yang biasa.

  • Fortran II

Pada tahun 1958, FORTRAN II dan ALGOL dipublikasikan bersamaan dengan diluncurkannya LISP. Sedangkan pada tahun 1959, bahasa pemrograman COBOL juga diluncurkan. Sejak saat itu perkembangan bahasa pemrograman berkembang sangat cepat.

Merupakan perbaikan dari generasi sebelumnya yaitu FORTRAN I. hal yang membedakan antara FORTRAN II dengan FORTRAN I adalah mengenai compilationnya. Dimana kita tahu pada FORTRAN I compilationnya tidak terpisah, sedangkan pada FORTRAN II ini compilationnya terpisah.

  • FORTRAN IV (1962)

Bahasa ini menggunakan deklarasi tipe eksplisif serta logical selection statement (Logical IF). Subprogram dapat menjadi  parameter. FORTRAN IV kemudian menjadi standar ANSI pada tahun 1968.

  • FORTRAN 77 (1978)

Secara umum, FORTRAN 77 merupakan perkembangan ke arah pemrograman terstruktur dibandingkan FORTRAN IV. Misalnya struktur IF THEN – ELSE – END IF yang semula belum ada pada FORTRAN IV mulai dimasukkan pada FORTRAN 77.
Tambahan fasilitas baru lainnya :
– Adanya variabel berjenis karakter (dengan spesifikasi CHARACTER) beserta fungsi-fungsi bawaannya (intrinsic function)
– Fasilitas penanganan unit input dan output (OPEN, CLOSE, INQUIRE)
– Pendemensian larik dengan indeks yang tidak harus positif (bisa nol atau negatif)

  • FORTRAN 90  (1990)

FORTRAN 90 sudah menggunakan modul-modul dengan akses private maupun public. Terdapat array dinamik. record dan pointer. FORTRAN 90 juga bersifat rekursif. Terdapat statement CASE, EXIT, dan CYCLE. Serta pengecekan tipe parameter.

  • ALGOL 58

Alasan dikembangkannya ALGOL 58 :

  1. FORTRAN terbatas untuk mesin IBM 70x.
  2. Bahasa-bahasa yang lain juga dikembangkan tetapi hanya untuk mesin tertentu.
  3. Tidak terdapat bahasa yang portable, semuanya bergantung pada mesin
  4. Tidak terdapat bahasa yang universal.

Tujuan dari bahasa ALGOL adalah bahasa ini mendekati notasi matematika, baik untuk mendeskripsikan algoritma, dan harus dapat ditranslasikan ke kode mesin.Fitur dari bahasa ALGOL :

  1. Menggunakan konsep tipe data secara formal.
  2. Nama variable tidak terbatas panjangnya.
  3. Index array tidak terbatas.
  4. Parameter dipisahkan oleh modenya (in dan out).
  5. Index ditempatkan dalam bracket (tanda [ ]).
  6. Mendukung compound statement (pernyataan majemuk) (begin…end).
  7. Tanda semicolon (titik koma, merupakan pemisah antar statement.
  8. Menggunakan operator assignment :=
  9. Statement IF mempunyai ELSE-IF (nested-IF)
  • ALGOL 60

Fitur baru pada ALGOL 6 adalah:

  1. Block structure (local scope).
  2. 2 model passing parameter (by name dan by value).
  3. Rekursi subprogram.
  4. Stack-dynamic array.

Meskipun ALGOL 60 merupakan penyempurnaan dari ALGOL 58 tetap saja ALGOL 60 belum mempunyai I/O dan string handling. Bahasa ini merupakan bahasa pertama yang syntaxnya didefinisikan secara formal. (Menggunakan BNF- Backus Naur Form/ Backus Normal Form). Karena dominasi FORTRAN di Amerika dan syntaxnya formal bahasa ini tidak dipakai secara luas.

  • COBOL (1960)

Singkatan dari COmmon Business Oriented Language. Tujuan desain COBOL adalah:

  1. Harus seperti bahasa Inggris yang sederhana.
  2. Mudah untuk digunakan.
  3. Harus dapat dipergunakan secara luas.
  4. Harus terbebas dari masalah implementasi compiler.
  5. Kontribusi terhadap perkembangan bahasa pemrograman :
  6. Fasilitas makro yang pertama dalam bahasa tingkat tinggi.
  7. Struktur data hirarki (record).
  8. Statement kondisi bersarang (nested selection statements).
  9. Nama variable dapat mencapai 30 karakter.
  10. Pembagian data.
  • BASIC (1964)

Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code dibuat oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. Walaupun struktur program ini jelek tetapi bahasa ini tergolong mudah untuk dipelajari. Dialek dari BASIC yang sekarang populer adalah  QuickBASIC dan Visual BASIC.

  • Pascal (1971)

Didesain oleh Niklaus Wirth, yang keluar dari tim ALGOL 68. Merupakan bahasa yang dikembangkan dari ALGOL 68. Didesain untuk pengajaran pemrograman terstruktur. Kecil dan mudah, tidak terdapat hal yang benar-benar baru. Tetap menjadi bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk mengajarkan pemrograman di universitas-universitas.

  • Prolog (1972)

Prolog adalah bahasa pemrograman logika atau di sebut juga sebagai bahasa non-prosedural. Namanya diambil dari bahasa perancis programmation en logique (pemrograman logika). Bahasa ini diciptakan oleh Alanin Colmerauer dan Robert kowalski sekitar tahun 1972 dalam upaya untuk menciptakan suatu bahasa pemrograman yang memungkinkan pernyataan logika alih-alih rangkaian perintah untuk dijalankankomputer.

Berbeda dengan bahasa pemrograman yang lain, yang menggunakan algoritma konvensionl sebagai teknik pencariannya seperti pada Delphi, Pascal,  Basic, Cobol  dan bahasa pemrograman yang sejenisnya, maka prolog menggunakan teknik pencarian yang di sebut heuristik (heutistic) dengan menggunakan pohon logika.

  • C (1972)

Didesain untuk pemrograman system oleh Dennis Ritchie dari Bell Labs. Dikembangkan dari bahasa B dan ALGOL 68. Memiliki operator yang banyak, tetapi dari segi pengecekan tipe data (type checking) kurang baik. Didistribusikan bersama system operasi UNIX.

  • Smalltalk (1972-1980)

Dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center (Xerox PARC), oleh Alan Kay, kemudian dilanjutkan oleh Adele Goldberg. Merupakan bahasa yang pertama kali mengimplementasikan  konsep object-oriented (data abstraction, inheritance, dan dynamic type binding). Merupakan pionir dari GUI (Graphical User Interface).

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=6&ved=0CDgQFjAF&url=http%3A%2F%2Fimages.w1znu.multiply.multiplycontent.com%2Fattachment%2F0%2FSwVpPAoKCEgAAAs7a6Q1%2FEvolusi%2520Bahasa%2520Pemrograman.doc%3Fnmid%3D298638219&rct=j&q=evolusi+bahasa+pemrograman&ei=dmIaTLPLLMvJcZXLhJ0K&usg=AFQjCNHU9QVSW_umzbD6xK9ic1KrZ04cIw

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Jun    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari